Selasa, 02 September 2014

Allah Turut Bekerja Dalam Segala Sesuatu



Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. ”(Roma 8:28)
                                             
Daerah yang penuh sayur-mayur dan buah-buahan disertai pemandangan yang indah dan udara yang sejuk di sekitar gunung Sinabung, tanah karo Sumatra Utara, kini telah diselimuti  dengan debu vulkanik, dalam waktu tidak lama semuanya berubah total, pemandangan yang indah menjadi suasana sedih dan duka dimana sudah dipastikan semua lahan perkebunan rusak dan banyak orang harus tinggal dipengungsian. Hal yang sama juga terjadi di Jawa timur dan tengah yang disebabkan oleh aktivitas gunung Kelud dan Slamet. Belum selesai masalah dalam negeri, kita dikejutkan lagi dengan beri hilangnya pesawat Malaysia airlines MH 370 rute Kuala Lumpur- Beijing yang hilang. 26 negara dengan segala kecanggihan yang dimiliki terlibat untuk mencari pesawat ini. Bulan lalu pesawat MH 17 jatuh tertembak pemberontak di negara Ukraina.
Dalam situasi seperti ini mungkin banyak orang yang berpikir dimanakah Tuhan pada saat keadaan seperti ini? Apakah Ia peduli dengan keadaan dunia saat ini? Berbagai macam pemikiran yang akan muncul, dan biasanya keadaan seperti inilah yang digunakan oleh si iblis untuk mempengaruhi kita  sebagai orang percaya untuk mulai meragukan kuasa dan penyertaan Tuhan dalam hidup kita. Firman Tuhan berkata, “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Melalui Firman Tuhan ini menunjukkan bahwa bagi orang yang mengasihi Tuhan, Allah tetap memiliki maksud yang baik di tengah-tengah permasalahan yang ada. Dia tidak pernah meninggalkan kita, mataNya selalu tertuju kepada setiap orang yang percaya kepadaNya. Berikut ini adalah beberapa hal yang menunjukkan Bahwa Allah turut bekerja dalam segala yang terjadi saat ini:
Pertama, kejadian saat ini Tuhan izinkan untuk menunjukkan dan menyadarkan dunia bahwa diatas semua yang hebat dan yang canggih menurut ukuran dunia ini, tidak ada yang mampu melampaui Kuasa dari Allah. Saat Gunung meletus tak ada kekuatan apapun yang bisa menghalanginya, Saat dunia bangga dengan kecanggihan pesawat Boeing 777 ternyata bisa hilang tanpa meninggalkan jejak. Dan ternyata bisa jatuh karena tertembak. Sampai kecanggihan yang dimiliki tidak bisa diandalkan untuk bisa ditemukan dan memproteksi dirinya. Allah turut bekerja dalam hal ini untuk mendatangkan kebaikan yaitu kesadaran agar barangsiapa yang masih meragukan Allah melalui Tuhan Yesus yang adalah pencipta segala yang ada dalam dunia ini agar segera mengakuinya dan datang kepada Tuhan yang sudah lama menantikan orang-orang yang mau percaya kepadaNya.
Kedua, Bagi orang yang mengasihi Tuhan yaitu orang yang sudah percaya menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan, peristiwa ini mendatangkan kebaikan dimana sebagai orang percaya kita harus belajar untuk mulai melepaskan seluruh pengandalan diri kita dan mengandalkan Tuhan sepenuhnya, sebagaimana kita bersandar sepenuhnya saat meyakini dosa kita sudah dihapuskan oleh Tuhan di kayu salib, maka Tuhan juga mau dalam kehidupan kita sehari-hari, mari terus bersandar kepada Tuhan Yesus, yang senantiasa menemani kita saat kita dalam senang maupun susah, suka dan duka.Bagi orang percaya yang menjadi keluarga dari korban gunung berapi maupun salah satu penumpang Malaysia airlines MH 370, jangan langsung segera mengambil kesimpulan bahwa Tuhan tidak bekerja, Tuhan tetap bekerja dalam segala sesuatu yntuk mendatangkan kebaikan, cara Tuhan yang begitu unik dan menarik akan segara kita nikmati saat kita terus mengandalkan Tuhan di tengah-tengah pergumulan yang berat ini.
Ketiga, setiap kejadian yang terjadi bagi orang percaya, sudah pasti ada dalam  kontrol dari Tuhan Yesus. Saat kita senang bagaimana kita menyampaikan rasa syukur kita kepada Tuhan, dan saat kita berduka  bagaimana sikap kita menjalaninya. Yang membedakan orang  percaya dan yang belum dalam menghadapi pergumulan adalah sikap kita menghadapi semua ini. Sebagai orang percaya tentunya kita  meyakini bahwa kita tidak sendiri. Tuhan Yesus akan terus menyertai dan memberkati kita. Kejadian seperti ini bisa menjadi sarana untuk menguji iman orang percaya. Ujian diberikan untuk menyelidiki sejauh mana pertumbuhan rohani setiap orang percaya. Ujian menjadi proses bagi orang percaya untuk naik pada level yang lebih lagi, tanggungjawab dan tantangan yang lebih tinggi dalam pelayanan menjadi pendorong agar orang percaya terus maju dan berkarya dalam pelayanan. Pendidikan boleh berakhir, karir bisa selesai seiring dengan usia namun hidup melayani Tuhan tidak akan pernah berakhir. Selama kita hidup terus-menerus kita diperbahaui agar semakin menjadi berkat bagi banyak orang.
Jadi Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan kepada kita orang percaya.  Allah tidak akan pernah merancangkan yang buruk bagi anak-anakNya. Mari kita tetap berdiri teguh  dalam segala keadaan berpegang teguh pada Tuhan Yesus Kristus saja.

RAPAT KERJA NASIONAL GAA DI MAkassar 2014



Pelayanan Gereja Alkitab Anugerah di Indonesia pada tahun ini sudah memasuki usia yang ke-35 tahun. Berbagai macam hal baik keberhasilan dan kegagalan silih berganti telah dilalui bersama-sama. Semuanya itu bisa diukur saat diadakannya rapat kerja dan evaluasi pelayanan secara nasional melalui RAKERNAS. Sebelumnya agenda ini dinamakan Konferensi Misi, namun sejak tahun 2006 istilah Konferensi Misi berubah menjadi RAKERNAS yang dilaksanakan untuk pertama kali di Lembah bukit Raya, Puncak , Jawa Barat pada tahun 2006, kemudian RAKERNAS ke-2 dilaksanakan pada tahun 2010 di Balikpapan dan selanjutnya akan dilaksanakan di MAkassar pada tanggal 17-19 Juli  2014 sebagai tuan rumah adalah GAA yang ada di SULSELRABAR
Sesuai dengan ketentuan yang tertera dalam Tata Gereja GAA maka Rapat Kerja Nasional adalah rapat yang dilakukan Sinode  bersama-sama dengan Badan Pengawas, para ketua: MW, MPGW, MJ, para Pendeta/Penginjil, koordinator ladang, untuk menyamakan dan menyatukan persepsi tentang gerak langkah tata kerja organisasi. Bersamaan dengan RAKERNAS ini juga dapat dilakukan  Rapat Evaluasi, yaitu rapat yang dilakukan untuk melakukan evaluasi tentang pelaksanaan program kerja Sinode dan semua perangkat organ di bawahnya, untuk:
a.       Mengetahui sejauh mana pelaksanaan kerja dilakukan dan hasil-hasilnya.
b.      Untuk mengetahui kendala-kendala atau tantangan-tantangan yang terjadi dan solusinya, dsb.   
Jadi sangat diharapkan pada RAKERNAS 2014  dapat melakukan evaluasi sehingga dapat memperbaiki dan merumuskan suatu terobosan yang baru demi kemajuan pelayanan GAA secara menyeluruh di Indonesia.
RAKERNAS dilaksanakan tanggal 17-19 Juli 2014. Tempat pelaksanaan RAKERNAS telah ditetapkan Panitia Pelaksana di Hotel Jolin Makassar yang terletak di Pusat Kota Makassar. Diharapkan kepada semua yang terlibat dalam acara ini bisa mempersiapkan diri baik mulai dari  rencana dana dan hal-hal yang berhubungan dengan RAKERNAS seperti laporan pelayanan yang sudah diatur oleh setiap Majelis Wilayah masing-masing.
Garis besar program acara yang akan dilaksanakan dalam RAKERNAS nanti adalah:
a.    Ibadah Raya seluruh peserta RAKERNAS dan jemaat GAA di Makassar
b.   Presentasi tuan rumah untuk menyambut seluruh peserta RAKERNAS
c.    Presentasi Sinode tentang keadaan GAA
d.   Presentasi Sinode tentang Rencana GAA 2014-2016
e.    Laporan Pelayanan dari seluruh daerah yang diwakilkan oleh MW.
f.    Evaluasi seluruh Laporan Pelayanan
g.   Perumusan Program kerja 2014-2016.
Harapan kita semua kiranya seluruh rangkaian acara bisa berjalan dengan baik dan semua bisa sukses untuk kemuliaan nama Tuhan Yesus saja.

South East Asia Grace Believers (SEAGB) Conference

South East Asia Grace Believers (SEAGB) Conference 

"Watch ye, stand fast in the faith, quit you like men, be strong." ( I Kor.16:13)

SEAGB Conference adalah pertemuan para pimpinan gereja, misionaris, pendeta  yang tergabung dalam  badan Misi Things To Come Missions (TCM) se-Asia Tenggara. Gereja Alkitab Anugerah adalah  gereja di Indonesia yang tergabung dalam  Badan Misi ini. hampir 200 orang terkumpul dalam pertemuan ini yang datang dari negara-negara yang sudah ada dijangkau oleh TCM di daerah Asia Tenggara, juga ada yang datang dari USA dan Dubai (UEA). Konferensi yang dilaksanakan pada tanggal 22-27 Mei 2014 di Kualalumpur ini merupakan konferensi yang kedua, dimana Konferensi yang pertama dilaksanakan pada tahun 2012 di Bali, Indonesia.
Pdt.Maruli Marpaung dan keluarga menjadi salah satu perwakilan dari indonesia  dalam acara ini. Ada 25 orang  dari Indonesia yaitu dari Jakarta, Manado dan Makassar. Termasuk Ketua Sinode GAA Pdt.Harold Sigar hadir dalam acara ini.
Direktur TCM Rev.Ben Anderson dari USA  menjadi pembicara utama dalam acara ini ditambah lagi dengan para misionaris TCM yang melayani di daerah Asia Tenggara. Berkat yang melimpah dari Tuhan Yesus dirasakan oleh peserta Konferensi ini dimana sesama Orang percaya bisa dikuatkan untuk memiliki kesatuan hati untuk menjalankan Visi yang Tuhan berikan kepada orang percaya yaitu untuk Menjadi Alat Tuhan dalam memberitakan Injil Kasih Karunia Allah kepada semua orang sesuai dengan tema utama dalam acara ini yaitu " UNITED IN COURAGEOUS MISSION".
Berbagai kesaksian dari berbagai  negara tentang pelayanan yang sedang berjalan dan juga rencana-rencana pelayanan ke depan memberi tantangan bagi setiap peserta untuk tetap kuat dan berdiri teguh dalam pelayanan yang Tuhan Pecayakan hingga saat ini.
SEAGB Conference yang Ketiga rencananya akan dilaksanakan di Siem Reap, Kamboja. PAstor Ariel MAhilum sebagai misionari TCm di Cambodia ditunjuk sebagai ketua Panitia. Diharapkan pertemuan  di KAmboja ebih banyak lagi yang hadir yang yang lebih utama semakin banyak negara yang sudah dijangkau oleh Pelayanan Injil KAsih KArunia yang dijalankan oleh TCM.
 

Pelatihan EE Kids

Pelatihan EE Kids Di GAA Rama Makassar


Segala puji syukur pada Tuhan Kita Yesus Kristus, yang telah menyelamatkan kita dengan menganugrahkan hidup kekal di sorga kepada kita semua. Dengan demikian kita terpanggil pula untuk menjadi saksi atas AnugrahNya yang begitu luar biasa sehingga semakin banyak orang yang diselamatkan dengan percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhandan Juruselamat secara pribadi.
Untuk menjalankan amanat ini maka GAA MAkassar bekerja sama dengan Tim EE untuk memperlengkapi setiap orang percaya menjadi Saksi Kristus yang dapat menyampaikan berita sukacita didalam Yesus Kristus dengan jelas dan mudah untuk dimengerti.
Ada 15 ( lima belas) orang bergabung dari berbagai gereja mengikuti pelatihan ini. Pelatihan EE Kids adalah pelatihan penginjilan yang diperuntukkan untuk anak-anak, melalui pelatihan ini diharapkan peserta yang ikut dapat mengajarkannya di pelayanan sekolah minggu masing-masing sehingga anak-anakpun dari sejak kecil sudah tahu Anugerah Allah yaitu hidup kekal di dala Yesus Kristus. Dengan demikian mereka juga mampu untuk menyampaikan berita sukacita itu kepada orang lain.
Pelatihan ini dipimpin  oleh Suami istri bpk.Simon Siahaan dan Ibu Yos yang datang dari Tim EE Malang dibantu oleh Tim EE Lokal Makassar yaitu ibu Florensia. 
Tuhan Yesus memberkati seluruh peserta dan juga Tim EE yang sudah terbeban dalam penginjilan.

Selasa, 05 November 2013

Allah Maha Kasih dan Adil


Disadur dari Bahan Pelatihan Evangelism Explosion (EE)
Oleh: Maruli Marpaung,M.Th

 Ada pernah sebuah pertanyaan ditujukan kepada saya sebagai berikut, “Bila Allah itu maha kuasa itu berarti Dia dapat melakukan apa saja yang mau Ia lakukan. Tapi mengapa dalam hal Penebusan Dosa, Allah melakukan sesuatu yang begitu rumit sampai mengorbankan AnakNya? Bukankah ini suatu kebodohan? Di satu sisi sepertinya pertanyaan ini masuk akal karena menurut akal sehat kita, mengapa Allah tega sampai mengorbankan anakNya yang tak berdosa untuk menjadi pengganti orang-orang yang berdosa. Namun di sisi lain Proses penebusan Allah itu menunjukkan kebesaran Allah yang tak terselami oleh akal pikiran manusia, dan melalui peristiwa itulah Allah yang kita sembah adalah Allah yang benar-benar berbeda dengan allah lain dan tidak akan pernah kita temukan pada allah lain.

Bila kita berdiskusi bagaimanakah sifat-sifat Allah? Pasti jawabannya adalah Allah Maha Besar, Allah Maha Kasih, Allah Maha Kuasa, Allah Maha tinggi, Allah Maha Adil, dan lain sebagainya. Semua orang dalam keyakinannya masing-masing pasti akan menjawab hal yang sama. Namun apa yang membedakan Allah yang kita sembah dengan allah yang disembah oleh keyakinan lain. Disinilah letak perbedaannya. Yaitu diantara sifat-sifat Allah yang telah disebutkan diatas ada sifat yang saling bertolak belakang satu sama lain yang pastinya sangat sulit untuk dipertemukan yaitu Allah Maha Kasih dan Allah Maha Adil.
Dimanakah letak kontra dari kedua sifat ini? Allah yang Kasih adalah Allah yang cenderung menunjukkan kasihNya kepada semua orang,  Firman Tuhan berkata, “kasih menutupi banyak sekali dosa.” Karena Kasih Allah, Ia mau mengampuni dosa-dosa kita. Namun di sisi lain Allah yang Adil adalah Allah yang tidak mau berkompromi terhadap dosa. Allah harus menghukum dosa, Firman Tuhan berkata, “Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.” Jadi  kita lihat bahwa kedua sifat Allah ini benar-benar kontra, Allah yang Kasih cenderung tidak mau menghukum dosa dan Allah yang adil harus menghukum dosa. Kita melihat ada  dilema di dalamnya. Inilah keunikan Allah yang kita sembah.  Kedua sifat ini dipertemukan Allah dengan sebuah pengorbanan. Pengorbanan yang tidak dapat dibandingkan dengan pengorbanan lainnya. Allah mempertemukan Kasih dan KeadilanNya di dalam Diri Tuhan Yesus Kristus yang adalah Allah itu sendiri datang ke dunia ini menjadi sama dengan manusia.
Tuhan Yesus adalah Allah yang menjadi manusia, Ia meninggalkan sorga yang mulia demi untuk menunjukkan kasihNya kepada kita orang berdosa. Ia datang dengan mengambil rupa seorang hamba. Ia tidak mengenal dosa dibuat menjadi dosa karena kita sehingga di dalam Dia kita bisa dibenarkan oleh Allah. Karena Allah itu Adil yang harus menghukum dosa maka Allah mengorbankan AnakNya yang tunggal Tuhan Yesus Kristus. Bila Keadilan Allah ditujukan kepada manusia maka tidak ada yang dapat diselamatkan karena semua manusia telah berdosa dan tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri, Karena tuntutan Allah adalah sempurna, satu dosa saja telah mencemari semua perbuatan baik kita. Jadi dengan perbuatannya manusia tidak mampu memenuhi standard Allah yang sempurna. Maka Keadilan Allah dinyatakan melalui pengorbanan Tuhan Yesus di Kayu salib, Ia rela mati untuk menjalani hukuman atas dosa-dosa kita, dimana upah dosa adalah maut, namun Tuhan Yesus telah menang atas maut dan Ia menawarkan hidup kekal di surga sebagai suatu hadiah yang diberikan secara Cuma-Cuma kepada setiap orang yang mau percaya dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat.
Allah Maha Kasih dan Adil hanya dapat ditemukan dalam diri Allah yang kita sembah yaitu Tuhan Yesus Kristus,  Tidak ada kasih yang seperti ini.Jadi jangan sampai kita memiliki allah yang salah, bila kita masih belum memiliki hidup kekal yang dijanjikan oleh Allah, mari evaluasi kehidupan kita. Datang dan sembahlah Allah yang benar. Dosa yang menghalangi kita untuk datang kepadaNya telah dibayar lunas oleh Allah yang Kasih dan Adil. Mari buka hati untuk menerima Tuhan Yesus sebagai  Tuhan dan Juruselamat kita pribadi.

Rabu, 28 Agustus 2013

Kemerdekaan di Dalam Kristus



Oleh : Pdt.Maruli Marpaung,M.Th.,M.PdK
(Artikel dalm Renungan PEACE Edisi Agustus 2013)
 
Tidak terasa kita sudah memasuki bulan Agustus di tahun 2013 ini. Bagi bangsa Indonesia ini merupakan bulan yang spesial, karena dalam bulan ini akan memperingati dan merayakan kemerdekaan RI yang ke-68. Dimana-mana kita bisa lihat nuansa merah putih sebagai warna bendera Republik Indonesia. Berbagai macam kegiatan selain upacara bendera dipersiapkan di sekolah, kantor, masyarakat kota maupun desa untuk memperingati kemerdekaan ini.
Ini merupakan suatu hal yang sangat disyukuri sebagai rakyat Indonesia, sebagai orang percaya kita bersyukur hidup dalam negara yang merdeka, kita tidak lagi di bawah penjajahan kita bisa bebas menjalani kehidupan dalam keluarga, pendidikan, pekerjaan dan juga peribadatan. Namun di sisi lain ternyata kemerdekaan itu belum dirasakan secara menyeluruh, karena masih ada orang-orang di sebagian tempat yang masih tidak memiliki kemerdekaan dalam hal pekerjaan, pendidikan dan juga dalam hal peribadatan. Sungguh sangat menyedihkan melihat anak-anak yang tidak bisa menaikmati pendidikan dan kesehatan ditengah-tengah negara yang memiliki anggaran pendidikan dan kesehatan yang besar, melihat orang-orang yang rindu beribadah tapi   tidak bisa menjalankan ibadahnya karena rumah ibadahnya disegel di tengah-tengah negara yang memiliki toleransi beragama.
Kemerdekaan yang sebenarnya tidak akan kita temukan dibawah kolong langit ini, karena kehidupan kita memiliki  ruang lingkup yang sangat luas, merdeka di satu bagian belum tentu merdeka di bagian yang lain, berhasil di satu sisi di bagian lain belum tentu berhasil, makanya sangat keliru kalau ada oknum, ajaran atau perusahaan yang bisa memberikan kemerdekaan atau  sukses yang hakiki di bawah kolong langit ini, jangan terlena dengan tawaran seperti ini karena pasti semuanya punya maksud dan tujuan tersendiri.
Namun sebagai orang percaya kita masih memiliki kelebihan, meskipun secara dunia kita tidak bisa memiliki kemerdekaan yang sebenarnya, namun dalam Yesus kita bisa mendapatkan kemerdekaan yang sebenarnya itu. Tuhan Yesus berkata dalam pembacaan Firman Tuhan dalam renungan ini,”Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.”  Firman Tuhan ini memberikan jaminan kepada setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Ia sebagai Allah yang memiliki otoritas dan yang sempurna dengan tegas menyatakan kemerdekaan bagi setiap orang yang percaya. Kemerdekaan di dalam Kristus tidak akan ditemukan dari yang lain. Dalam konteks pembacaan Firman ini saat Tuhan Yesus menyatakan tentang Kemerdekaan, orang Israel menganggap mereka adalah orang merdeka karena mereka adalah keturunan Abraham, mereka tidak pernah menjadi hamba siapapun. Secara status bangsa Israel bisa berbangga atas status mereka, namun status  itu tidak bisa merubah keadaan mereka yang berdosa, karena Tuhan Yesus berkata, “sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.”  Jadi bangsa Israel belum bebas dari dosa meskipun mereka keturunan Abraham, oleh sebab itu Tuhan Yesus datang menawarkan kemerdekaan kepada mereka, karena hanya Tuhan Yesus baik orang Israel maupun orang bukan Israel dapat beroleh keselamatan yang sebenarnya.   
 Berikut ini adalah beberapa alasan Kemerdekaan  di dalam Kristus adalah kemerdekaan yang sebenarnya yang tak mungkin ditemukan dari yang lain:
Pertama, Yesus Kristus sendiri yang memerdekakan, Tuhan Yesus sebagai Allah bukan hanya menunjukkan kekuasaanNya melalui Firman dan PerintahNya, meskipun Ia mampu, tapi Ia tidak memilih cara tersebut untuk memberikan kemerdekaan. Tuhan Yesus datang sendiri untuk terjun langsung dalam proses penyelamatan orang-orang yang telah siap dilempar ke dalam lautan api karena dosa. Banyak panglima perang disanjung telah memberikan kemenangan bagi bangsanya namun sebenarnya bukan panglima yang pergi ke medan perang, ternyata banyak para prajurit yang tak dikenal telah gugur dalam peperangan tersebut. Tuhan Yesus adalah panglima dan juga prajurit, Ia berada di garis depan untuk mengalahkan  maut, Ia rela mengorbankan diriNya sendiri untuk kita yang berdosa, meskipun secara manusia Ia berat untuk melakukannya namun karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, Ia rela menggantikan kita, setelah Ia mati, Ia dibangkitkan dan memerdekakan setiap orang yang mau percaya kepadaNya. Makanya dikatakan “apabila Anak itu memerdekakan kamu...”  jadi kemerdekaan  yang berasal dari “Anak Itu” yaitu Yesus Kristus adalah sesuatu yang begitu besar dan mulia, tak terbayarkan dengan apapun di bawah kolong langit ini.
Kedua, Kemerdekaan lepas dari kebinasaan.  Kemerdekaan di dalam Kristus bukan hanya sekedar kemerdekaan dari kemiskinan, kemerdekaan dari penyakit, kemerdekaan dari resesi ekonomi, dan kemerdekaan dari kuasa kegelapan, namun kemerdekaan dari Tuhan Yesus Kristus adalah kemerdekaan dari kebinasaan kekal yaitu hukuman lautan api  atau neraka. Kalau lepas dari kemiskinan, resesi ekonomi, penyakit dan kuasa kegelapan. Tuhan Yesus sangat mampu melakukan ini namun terlalu kecil pekerjaan Tuhan Yesus di dunia hanya melakukan kemerdekaan seperti itu, Kemerdekaan yang dikerjakan oleh Tuhan Yesus adalah merdeka dari kuasa maut yaitu kebinasaan orang-orang berdosa yang akan dilempar ke dalam lautan api. Tuhan Yesus memerdekakan orang yang akan binasa bukan dengan barang fana, dan bukan pula dengan emas perak tapi dengan darahNya yang sangat mahal. Sehingga barangsiapa yang percaya kepada Tuhan Yesus akan dimerdekakan dari murka Allah, bebas dari belenggu dosa dan mendapatkan hidup kekal di surga.
Inilah sukacita kita sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, sangat disayangkan kalau kita hanya bangga punya status orang Kristen tapi tidak meyakini apa yang telah dikerjakan oleh Tuhan Yesus. Jangan sampai seperti orang Israel, mari Percaya dan Terima Yesus sebagi Tuhan dan Juruselamat, dan terimalah Kemerdekaan yang sebenarnya dalam Yesus Kristus. DIRGAHAYU RI-68.
Tuhan Yesus Memberkati.  

Minggu, 25 Agustus 2013

Gerejaku Rumahku



Renungan Minggu ini
Nats   : Ibrani 10:25
oleh    : Pdt.Maruli MArpaung

Pernah saya bertanya kepada teman saya,”dimanakah kamu beribadah setiap hari minggu?” karena kebingungan menjawab, ia hanya menjawab,” saya ibadah di GKK alias gereja keliling-keliling. Arti dari jawaban ini biasanya ada dua yaitu: orang yang jarang ibadah sehingga ia bingung menyatakan nama sebuah gereja dan  memang dia tidak pernah mengambil keputusan untuk bertumbuh dalam satu gereja, dia hanya senang pergi dari satu gereja ke gereja lain tanpa ada keterikatan.
      Saudara, keadaan orang seperti ini adalah ibarat orang yang tidak punya tempat tinggal secara rohani, yang hanya tinggal di bawah jembatan, bantaran sungai, dekat rel KA. Mereka hidup berpindah-pindah karena ada penggusuran, banjir, mencari kesenangan dan lain sebagainya.
      Saudara, gereja bukanlah hanya sekedar gedung tempat beribadah tapi gereja adalah ibarat rumah kita secara rohani, gereja merupakan kumpulan orang yang telah keluar dari kegelapan menuju pada terang. Jadi di dalam gereja yang benar, kita bisa bertemu dengan saudara seiman untuk bersama-sama menyembah Tuhan Yesus sebagai ungkapan syukur kita kepada Tuhan yang telah menyelamatkan kita satu kali untuk selamanya.
Mari saudara, buatlah gereja menjadi rumah rohani kita, rumah tempat kita menerima berkat-berkat rohani, tempat kita bertumbuh. Mari nikmati sukacita dan damai sejahtera bersama-sama dalam ibadah kita masing-masing.  Janganlah kita menjauh dari ibadah seperti yang dilakukan sebagian orang tetapi datang dan sembah Dia yang adalah Tuhan dan Juruslamat Kita.